Translate

Senin, 03 Februari 2014

#Komponen-Komponen Pasif & Aktif dalam Elektronika

KOMPONEN PASIF

Komponen pasif adalah komponen-komponen elektronika yang tidak memerlukan tegangan ataupun arus listrik agar dapat bekerja.
Resistor (tahanan)
Resistor adalah komponen yang berfungsi menahan arus listrik. Memiliki satuan internasional Ohm (Ω)
Semakin tinggi nilai resistor (R), semakin rendah arus (I), dan sebaliknya.
sesuai hukum Ohm   R= V/I
The resistor is a component that serves to hold the electric current. Having international unit Ohm (Ω)


Kapasitor (Kondensator)
Kapasitor adalah komponen yang berfungsi untuk menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Memiliki satuan internasional Farad (F)
Capacitors are components whose function is to store and release electrical charge. Having international unit farad (F) 




Induktor
Induktor adalah komponen yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Satuan internasionalnya adalah Henry.
The inductor is a component that can store energy in the magnetic field generated by an electric current through it. International induction unit is Henry. 







Transformator (Trafo)
Trafo adalah alat listrik yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik.







KOMPONEN AKTIF

Komponen pasif adalah komponen-komponen elektronika yang memerlukan tegangan ataupun arus listrik agar dapat bekerja.

Dioda
Dioda adalah komponen yang berfungsi sebagai penyearah arus, yaitu dengan mengalirkan arus yang searah dan memblok arus yang berlainan arah. Bisa juga digunakan sebagai filter pada rangkaian.











Transistor

Transistor adalah komponen yang berfungsi sebagai penguat, sirkuit switch (pemutus-penyambung), stabilisasi tegangan dan lain-lain. Transistor bisa dibayangkan sebagai sebuah 'kran listrik' pada elektronika.

#SISTEM PENGENDALI FLY BY WIRE PADA PESAWAT TERBANG


Dimasa sekarang ini untuk dapat terbang, pesawat menggunakan teknologi sistem kendali yang terkomputerisasi atau biasa disebut Sistem fly by wire (FBW).
 Istilah fly by wire atau yang bisa diartikan terbang dengan kabel ini dengan cara gerakan kontrol penerbangan dikonversi ke sinyal elektronik dikirimkan oleh kabel dan penerbangan komputer kontrol menentukan bagaimana memindahkan aktuator pada setiap permukaan kontrol untuk memberikan respon memerintahkan.
 Sistem fly by wire juga memungkinkan sinyal otomatis yang dikirim olehkomputer pesawat untuk melakukan fungsi masukan pilot seperti dalam sistem yang secara otomatis membantu menstabilkan pesawat.
Fly by wire sistem cukup kompleks, tapi operasi mereka dapat dijelaskan dengan sederhana. Ketika pilot bergerak kolom kontrol (atau sidestick), sinyal dikirim ke komputer (analog dengan memindahkan game controller) sinyal dikirim melalui beberapa kabel (saluran) untuk memastikan bahwa sinyal mencapai komputer.
Triplex adalah ketika ada tiga saluran yang digunakan. Komputer menerima sinyal, melakukan perhitungan (menambah tegangan sinyal dan membagi dengan jumlah sinyal yang diterima untuk menemukan rata-rata rata-rata tegangan) dan menambahkan saluran lain.
Sinyal Quadruplex Keempat kemudian dikirim ke permukaan kontrol aktuator , dan permukaan mulai bergerak. potensiometer di aktuator mengirim sinyal kembali ke komputer (biasanya tegangan negatif) melaporkan posisi aktuator. Ketika aktuator mencapai posisi yang diinginkan, kedua sinyal (masuk dan keluar) membatalkan satu sama lain dan aktuator berhenti bergerak. Dapat digambarkan struktur sistem fly by wire seperti gambar dibawah ini:
Gambar 1. Sistem kontrol Fly by wire

Gambar 2. Fly by wire pada pesawat
Teknologi sistem fly by wire memiliki beberapa manfaat, yaitu :

1. Fleksibilitas
Sistem elektronik fly by wire bisa beraksi dengan fleksibel terhadap perubahan kondisi aerodinamika. Caranya adalah dengan menyesuaikan pergerakan bidang kontrol pesawat sehingga reaksi pesawat terbang terhadap kontrol input sesuai dengan kondisi penerbangan. Selain itu, sistem elektronik membutuhkan perawatan yang lebih mudah tidak memerlukan pelumasan, penyesuaian tegangan, pemeriksaan kebocoran, dll.

2. Keamanan
Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan keamanan penerbangan yang lebih baik. Dengan fly by wire komputer bisa sewaktu waktu mengambil alih kemudi pesawat jika tiba tiba pilot lengah sekaligus mengoreksi terhadap human error yang dilakukan pilot.

3. Stabilitas
Pesawat akan lebih ringan karena perangkat ini dapat mengurangi beberapa sistem mekanikal hidrolik. Selin itu pesawat memiliki tingkat bermanuver yang lebih baik.

4. Penghematan beban
Bobot pesawat menjadi lebih ringan karenaberat keseluruhan komponen sistem yang lebih ringan dan aerodinamika alami yang lebih stabil.

#Pengertian Magnet

Magnet dapat diartikan sebagai benda / besi yang mempunyai inti atom. Atom tersebut mempunyai sejumlah elektron yang selalu bergerak mengitari inti atom, yaitu proton dan neutron. Besi magnet mempunyai dua kutub (ujung), yaitu kutub utara dan kutub selatan. Pada kedua kutub itulah terpusatkan gaya magnet, yaitu gaya tarik dan gaya tolak.
Magnets can be interpreted as an object / metal having an atomic nucleus. The atom has a number of electrons are always moving around the nucleus of an atom, the protons and neutrons. Magnetic iron has two poles (ends), which is a north pole and a south pole. At both poles that concentrated magnetic force, namely gravity and repulsion.
o    Jenis-jenis Magnet 
Magnet dapat digolongkan atas 2 (dua) jenis
  • Magnet tetap (permanen). 
Magnet tetap adalah Magnet yang diperoleh dari dalam alam ( penambangan). Magnet ini berupa jenis besi yang disebut Lodstone. Sifat atom Magnet tetap tidak sama dengan sifat atom Magnet tidak tetap. Pada bahan magnet,garis edar elektron pada atom yang satu dan lainnya membentuk formasi yang sejajar dan selalu tetap. Sedangkan pada bahan yang bukan Magnet, arah garis edar elektron pada setiap atom tidak teratur.

  • Magnet tidak tetap (permanen atau buatan). 
Magnet tidak tetap terdiri dari 2 (dua) macam, yaitu :


  1. Magnet hasil induksi Diperlukan pengaruh  medan magnet dari luarnya.Medan magnet akan mempengaruhi arah edar elektron menjadi teratur seragam pada satu arah saja. Hasilnya adalah besi tersebut akan menjadi magnet.
  2. Magnet hasil perlakuan listrik : Untuk membentuk magnet ini, diperlukan elektro-magnet sebagai bahan sumber medan magnet.



Sifat-sifat Magnet
Sifat magnet adalah tarik menarik apabila didekatkan dua buah magnet yang tidak sejenis. 
Dan akan tolak  menolak apabila didekatkan dua buah magnet yang sejenis. 
Sifat lain dari magnet adalah garis gaya magnet akan mengalir dari kutub selatan ke kutub utara melalui medan magnet.
Medan magnet dan gari-garis gaya magnet sangat penting. 
Dengan adanya medan dan garis gaya magnet menyebabkan magnet sangat  bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Kunci pokok untuk memudahkan kita dalam penggunaan magnet yaitu :

o    Dipastikan bahwa garis gaya magnet mengalir dari kutub selatan ke kutub utara 
o    Garis gaya magnet keluar dari kutub utara masuk kembali melalui kutub selatan.

Minggu, 02 Februari 2014

#Peralatan yang Menggunakan Prinsip Elektromagnetik

Alat-alat listrik yang bekerjanya atas dasar kemagnetan listrik. Misalnya bel listrik, Alat komunikasi, alat penyambung atau relai, kunci pintu listrik, detektor logam dan loudspeaker

1. Bel Listrik
Bagian utama bel listrik :
a. Sebuah magnet listrik (A dan B), berupa magnet listrik berbentuk U
b. Pemutusan arus atau interuptor: C
c. Sebuah pelat besi lunak: D yang dihubungkan dengan pegas E dan pemukul bel; F (lihat Gambar)!



2. Pesawat Telepon
Pesawat telepon pada dasarnya terdiri atas dua bagian utama, yaitu :
a. pesawat pengirim, yang biasa disebut mikrofon
b. pesawat penerima, biasanya disebut telepon.

3. Relai
Relai adalah sebuah alat yang dapat menghubungkan atau memutuskan arus yang besar meskipun dengan energi kecil. Bagian utama sebuah relai yaitu:

a. Magnet listrik (M)
b. Sauh (S)
c. Kontak (K)
d. Pegas (P)
4. Kunci Pintu Listrik
Kunci pintu listrik didasarkan pada elektromagnetik. Kunci ini mempunyai kumparan dari jenis solenoida yang dihubungkan ke saklar di dalam rumah. Jika seseorang menekan sakelar, arus mengalir ke solenoida. Elektromagnetik yang dihasilkan akan menarik kunci besi ke dalam solenoida sehingga seorang di luar bisa membuka pintu.
5. Metal Detector
Sebuah detektor logam yang digunakan untuk mengecek senjata logam, terdiri atas kumparan besar yang dapat dialiri/membawa arus listrik. Seseorang yang berjalan lewat di bawah pintu detektor yang membawa senjata logam dapat diketahui. Senjata logam dapat mengubah elektromagnetik yang dihasilkan oleh kumparan. Perubahan ini akan terdeteksi dan alarm akan berbunyi.
6. Loudspeaker
Loudspeaker adalah alat pengeras suara yang menggunakan prinsip elektromagnetik. Sinyal arus listrik diubah menjadi gelombang bunyi. Sinyal yang melalui kumparan dalam bentuk solenoida yang diletakkan di belakang speaker. Kumparan ini berlaku sebagai elektromagnetik dan ada magnet permanen yang ditempakan didekatnya. Arus yang lewat hanya satu arah, gaya magnet akan menekan elektromagnetik dan keluar ke speaker. Arus yang lewat berlawanan akan menarik speaker sehingga terjadi getaran. Getaran dari speaker menghasilkan gelombang bunyi.

#Alat Pelindung Diri (APD)

#Alat Pelindung Diri (APD)

Alat Pelindung Diri (APD) adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya.

Personal Safety Equipment (PSE) is a completeness that must be used when working according workplace hazards and risks to maintain the safety of the workers themselves and the people around him. 

Alat Pelindung (Safety tool)
Kewajiban itu sudah disepakati oleh pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Hal ini tertulis di Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.08/Men/VII/2010 tentang pelindung diri. Adapun bentuk dari alat tersebut adalah :
·         Safety Helmet
Berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung.
·         Sabuk Keselamatan (Safety Belt)
Berfungsi sebagai alat pengaman ketika menggunakan alat transportasi ataupun peralatan lain yang serupa.
·         Sepatu Karet (Sepatu Boot)
Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.
·         Sepatu pelindung (Safety Shoes)
Seperti sepatu biasa, tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.
·         Sarung Tangan
Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.
·         Tali Pengaman (Safety Harness)
Berfungsi sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian. Diwajibkan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1,8 meter.
·         Penutup / pelindung Telinga (Ear Plug / Ear Muff)
Berfungsi untuk melindungi telinga pada saat bekerja di tempat yang bising.
·         Kaca Mata (Safety Glasses)
Berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja (misalnya mengelas).
·         Masker (Respirator)
Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk (misal berdebu, beracun, dsb).
·         Pelindung wajah (Face Shield)
Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda)
·         Jas Hujan (Rain Coat)
Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja (misal bekerja pada waktu hujan atau sedang mencuci alat).
Semua jenis APD harus digunakan sebagaimana mestinya, gunakan pedoman yang benar-benar sesuai dengan standar keselamatan kerja (K3L : Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan).